”CinLok” Situ Gintung

(Berdasarkan pengalaman nyata)

Dentang waktu mengantarkanku pada liku jalan tepian kota Ciputat, menghuyung-menggoyangkan setiap lekuk lorong-lorong trotoar, manyusutkan gerak air danau Situ Gintung. Membersihkan kampus-kampus, camp-camp kaum marginal globalisasi. Mayat bergeletak mengharap uluran tangan dari tangan-tangan yang sedang menari memainkan jari jemarinya, menertawakan air darah yang sedang marah. Mengharap injakan kaki kemanusiaan. Air dan darah, yang kini tak bisa ku bedakan lagi menerjang percikan mani-mani yang sedang tercecer memekik. Tangis, tawa, duka,cita,hingga tak lagi berbeda. Tak guna lagi simpatimu wahai penguasa, karenamu kini aku telah tiada.

Denting waktu menyapa lorong-lorong trotoar kota , mengajakku berbincang di kamar kosan kumuh berhias smpah-sampah situ gintung. Tapi aku tetap melangkahkan kaki pada terjalnya puing-puing bencana. Arwah sahabat yang coba menyapa tak aku hiraukan. Aku hanya duduk terdiam di sudut mushola menatap nanar wajah-wajah penuh duka dan penuh tawa. Ku rapatkan kakiku rapat-rapat disudut mushola menghitung wajah-wajah riang yang tak pernah aku kenal, mereka bergabtian menyapaku dengan sinis. Aku rapatkan lagi kedua kaki hingga dengkulku rapat dengan dagu. Ku pejamkan mataku tapi wajah mereka tatap terlihat, malah semakin jelas dan semakin jelaas. Huyuran hujan diluar mushola tak membasahi semangat team sar dan para relawan menenmukan para korban bencana.

seonggok jasad tak bernyawa tergeletak didepanku, jasad yang tak pernah aku kenal selama ini, bahkan akupun tak pernah melihat seperti apa wajahnya. tapi aku merasakan kedekataan yang begitu nyinyir menyeka hati. Aku coba menerawang jauh apa yang ada dalam kepingan dua alam, saling berpeluk, bercumbu, membagi kasih, dalam remang senja bencana kelam. Jauh angan ku melayang hingga tak tahu lagi aku ada dimana sekarang. Yang ada hanya bisikan mesra seorang gadis ditelinga, hingga nafasnya menggelinjingi leherku. dia mengucapkan kata yang sangat merdu dengan nada yang begitu halus “aku mencintaimu”.

kamipun melayang tak menghiraukan sekeliling kami berlalu lalang. terbang tinggi menembus awan, melintasi ruang –ruang langit. sesekali kami bersenda gurau menikmati panorama bintang di sekitar kami. “inikah yang namanya surga wahai pemuda gagah?”. kata gadis caaantik yang tak pernah aku kenal itu. apakah kau bidadara yang tuhan turunkan untukku???. katanya lagi dengan wajah yang berseri. aku bingung, taktega rasanya mengatakan yang sesungguhnya. ketakjubanku bertambah tatkala kupandangi langit yang begitu cerah malam ini. kupandang kebawah. rupanya aku melayang-layang diatas hujan. persis ke planet yang bernama bumi. menyusur pandanganku  ke indonasiaku tercinta hingga sampai ke bagian kota yang bernama ciputat. cukup lama aku tertegun memandanginya.

pandanganku beralih kepojok-pojok ibu kota. kulihat para penguasa sedang melakukan rencana pengalokasian dana bencana dengan wajah optimis mereka berkata “kita pasti banyak simpatisan baru, dan suara kita pasti bertambah!!!”.

Bocahe terus dilebokna neng katil, disogna maring ambulan, digawa maring kuburan terus dikubur.

Kehabisan ide ya??

Ora koh, Sung yakin!!! aku weruh dewek!!!! ora jare-jare!!!

alllaaaah. digorohi ya aku orangerti. Ngaku bae llen.

coba wis, takon iqbal bae mana.  iya o.. ya bal?

dich….embuh. aku ya ora ngarti kaaaa……

wanyad!!!

koen asem mbuapa o…h, bal….

kiye ceritane pan di terusna apa ora..?

apa karepe koen pan di terusna ya ora dosa pan mandeg ya ora papa.

ngesuk baelah pada ribut dewek sih.

sang penceritapun menghentikan ceritanya. dan beranjak pergi meninggalkan beskem menuju kang kholis.

About IMT ( Ikatan Mahasiswa Tegal ) Ciputat

Organisasi independen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa asal Tegal dan ada keterkaitan dengan Tegal yang menimba ilmu di daaerah ciputat dan sekitarnya agar menjadi wadah persatuan dan pengembangan dalam memajukan skill dan knowledge masing-masing mahasiswa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan masyarakat Tegal sekitarnya.

Posted on 28 Maret 2009, in Tulisan Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. waduh……………. koen mati bae ben bisa bareng karo mayat kue owh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: