OH KEBENARAN

“Kebenaran sejati hanyalah berasal dari Tuhan”

Lalu apakah kalimat di atas adalah kebenaran?

Kebenaran hanya ada satu di dunia ini, dia tidak berpihak pada apa-pun dan siapa-pun. Kita dapat memasuki koridor kebenaran dengan cara berpihak kepada kebenaran itu sendiri. Selama kita masih berpihak kepada kebenaran maka kita akan menemukannya dan kita akan kehilangannya ketika kita tidak mengambilnya dan tidak berpihak kepadanya.

Cara yang paling efektif mencari kebenaran adalah dengan selalu berpihak kepada kebenaran, Karena kebenaran tidak berpihak, maka kita sendirilah yang harus berpihak kepada kebenaran.

Ketika semua orang telah berpihak kepada kebenaran, maka anggapan tentang kebenaran menjadi satu. mereka para pencari kebenaran akan terkumpul dalam satu kebenaran yang hanya ada satu, tidak relatif, tidak terbantahkan oleh apa-pun dan siapa-pun kecuali oleh selain kebenaran.

Fatkhul Muin

MMG

Mahasiswa tegal seneng sinau lan maca buku daripada nempeli spanduk

About IMT ( Ikatan Mahasiswa Tegal ) Ciputat

Organisasi independen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa asal Tegal dan ada keterkaitan dengan Tegal yang menimba ilmu di daaerah ciputat dan sekitarnya agar menjadi wadah persatuan dan pengembangan dalam memajukan skill dan knowledge masing-masing mahasiswa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan masyarakat Tegal sekitarnya.

Posted on 7 Februari 2009, in 1 and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Sungguh mustahil mencari sesuatu yang masih abstrak dengan berpegang kepada yang abstrak pula. Logikane mawur, njebrul (sabar ya…) kaya Orog-orog.
    “Kebenaran adalah milik pengetahuan. kebenaran diproduksi dalam forum-forum diskusi ilmiah dan kebenaran adalah milik kekuasaan” teriak Focault dalam satu tulisannya ketika membahas relasi kebenaran, pengetahuan dan kekuasaan sewaktu ia memberontak peradaban Barat. maka, hanya dengan memberontak pada paradigmalah kita bisa menemukan fondasi yang lebih murni dari pengetahuan dan kekuasaan.
    tapi, aku sendiri tak begitu setuju seluruhnya pada Si Focault (gak usah bilang kontradiksi lah, paradoks lah, ngawag lah…) aku tidak setuju ketika ia memilih (seperti yang kau (Um Muin) katakan) bahwa kebenaran tak mungkin bersifat relatif. sebab pemahaman ini ketika kita seret ke wilayah yang subtil bakal bahaya, kemungkinan besar kita bakal meragukan kenabian dan kerasulan Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW (Sallallahualaihi Wassalam…)
    Pengembaraan akal dalam mencari kebenaran mempunyai batas. sudah tentu. seperti apa kata pemikir Islam kita, Ibnu Khaldun, dalam Mukaddimah-nya bahwa akal bagaikan timbangan yang Tuhan berikan untuk menimbang emas, namun kadangkala manusia terlalu memaksakan, ia gunakan untuk menimbang gunung.

  2. “Kebenaran adalah milik pengetahuan. kebenaran diproduksi dalam forum-forum diskusi ilmiah dan kebenaran adalah milik kekuasaan” teriak Focault
    kalau kutipanMu bener, aku juga ga sejutu 100% dengan mas Focault walaupun aku jg akgum sama mas Focault. tapi bukan berarti aku ragu akan kutipanmu.
    menurutku kebenaran kalau dinisbahkan milik pengetahuan, maka kita juga harus berfikir ulang tentang pengetahuan tersebut. Apakah pengetahuan tersebut masih menyimpang atau meleset dari kebenaran objektif?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: