Takut Lapar

Tiba-tiba warga dihebohkan dengan kematian satu keluarga fakir disebuah lingkungan kumuh yang tak layak untuk dijadikan domisili. semua terkejut melihat 5 tubuh pucat tanpa, darah tanpa nyawa. tragis, miris itulah yang tregambar disana.

Semua iba, senua tak tega, tapi siapa sangka, keluarga fakir sedang bergembira dialam sana. ketika malaikat mempersilahkan mereka mwmasuki suatu tempat yang tak kenal sengsara, hina, sedih, duka, susah, payah, derita dan semua hal yang menyakitkan yang sering mereka rasakan. segera mereka menyerbu makanan lezat dan buah-buahan yang ranum dan segar. “makanlah sepuasnya selagi ada, hari ini kita tidak perlu lagi berkeliling kota mencari sisa-sisa rizki mereka atau menunggu “jatah nasional” kata sang ibu. “lalu bagai mana dengan besok bu?” tanya sam\ng anak. ” ah..sudahlah jangan kau pikirkan, besok ya besok, sekarang selagi ada makanan makanlah, kenyangkan perutmu, sudah 3 hari kita belum makan” jawab sang bapak.

para malaikat mendekati mereka sembari berkata ” silahkan…silahkan..!!! disini kalian kekal kok !!! kalian kekal !!!. tetapi keluarga fakir itu tak menghiraukan, mereka tetap menjejali perut mereka dengan semua hidangan yang ada seolah-olah mereka khawatir kalau hidangan itu akan segera disingkirkan dan buah-buahan itu sebentar lagi akan lenyap seperti keadaan didunia.

Para malaikat penjaga surga begitu kasihan melihat nasib manusia. dengan lemah lembut mwrwka melayani dan menjeladkan perihal hidangan itu senbari menasehati ” kasihani perut kalian, kalian kekal disini, makanan ini akan selalu ada untuk kalian, jangan khawatir!!!”

Terdengar suara lantang “Selamanya??? bagaimana kalau suatu saat kami lapar ?” sianak heran. “disini kalian tridak akan pernah merasa lapar” jawab sang malaikat. sang bapak meragukan jawaban malaikat dengan sahutan sinis ” siapa yang bisa menjamin kami tidak akan kelaparan lagi? mereka juga dyulu menjanjikan seperti apa yang barusan kalian katakan, mereka merayu kami ‘ dibawah naungan prinsip kami selamanya kalian tidak akan pernah kelaparan’ begitu. tetapi faktanya, hanya janji-janji dan sumpah yang  kami telan. kami kenyang dengan mampi pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kesejahteraan yang mereka dekorasi. setelah mereka berkuasa mereka tak secuilpun melirik kami. janji-janji tak terrealisasi, seperti air laut yang menguap keatas langit, mengumpal menjadi awan, dan ketika musim hujan kampanye datang mereka kembali menghujani kami dengan janji-janji yang nantinya akan menguap lagi tanpa realisasi, begitulah seterusnya siklus politik yangt berjalan didunia kami. yang terlihat hanya fatamorgana belaka”.

malaikat tetyap meyakinkan “sungguh yang kekal adalah tempat yang tidak mengenal lapar”  “akan kami buktikan, sekarang apel ditangan siapa tahu besok sudah tak panen lagi”sahut asng ibu.

salah satu malaikat berbisik kepada temannya ” takut lapar manusia sampai sekarang belum juga musnah, nampaknya lapar alalah sesuatu yang pertama dilahirkan dimuka bumi, tapi kenapa justru matinya paling akhir???

~~~~~Epigon/Felixy~~~~~~

About IMT ( Ikatan Mahasiswa Tegal ) Ciputat

Organisasi independen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa asal Tegal dan ada keterkaitan dengan Tegal yang menimba ilmu di daaerah ciputat dan sekitarnya agar menjadi wadah persatuan dan pengembangan dalam memajukan skill dan knowledge masing-masing mahasiswa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan masyarakat Tegal sekitarnya.

Posted on 5 Januari 2009, in Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat Created. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. bener ora kiye?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: