Haram memvonis tulisan sendiri!!!

photo-muiz6 Oleh: Muhamad Muiz L*

Halo semua… apa kabar? Semoga masih waras seperti yang dulu.

Ada beberapa pengalaman yang sering mengusik benak dan terkadang membuat uring-uringan di setiap jengkal intuisiku. Namun begitu, saya kira cukup menarik untuk mengangkatnya di sini.

Selama ini sudah sering saya membujuk teman-teman, sedulur-sedulur, punggawa-punggawa, kanca-kanca, sahabat-sahabat, rekan-rekan, kolega-kolega, kawan-kawan, lawan-lawan, kawan yang diam-diam jadi lawan, lawan yang diam-diam jadi kawan, maupun (ehm…) seseorang yang begitu hebatnya memberi warna dalam kehidupanku meski baru kukenal… namun sampai detik ini belum mampu kukatakan—aku memang tak akan mengatakannya. Ya, itulah aku!—(mesti wagu, kan? Ya iyalah. Tuhan aja Allah bukan Adong. Kok jadi nglantur gini ya? Ya udah kita terusin…). Sering saya luangkan waktu membujuk mereka untuk mau sedikit berbagi ruang kreatifitas mengaktualisasikan, mematerialkan, mempublikasikan karya-karyanya baik itu cerpen, puisi, curhatan, artikel, essai, kolom atau apalah… di blog kita ini (blog IMT Ciputat) sesering itu juga saya kerap mendapat tanggapan yang tak pantas bagi ukuran kita yang memiliki identitas “Mahasiswa” (dengan M besar). Umumnya jawaban mereka selalu sama:

“Saya sudah punya satu cerpen. Tapi bahasanya kok jelek banget. Berantakan tak karuan.”

“Artikel saya tidak bagus. Kalimatnya ngawur. Enggak jelas deh pokoknya.”

Intinya, mereka memvonis tulisan mereka sendiri.

Sebenarnya, berdasarkan pengalaman, penuturan, wejangan para “ulama tulis-menulis”, kita bukanlah juri yang objektif untuk menilai karya-karya kita. Terus terang dulu saya juga begitu, tapi ternyata “hukum” yang berlaku tidaklah seperti itu. Sering tulisan yang menurut kita jelek, amburadul, “awagan”, ngawur, kaya ceker ayam, belum tentu jelek menurut orang lain. Bahkan mungkin sebaliknya, begitu bagus dan menarik di mata orang lain.

Ternyata, kita memang bukan juri yang objektif untuk karya-karya kita.

Ada satu cerita menarik mengenai ini. Agus Noor, sastrawan (cerpenis, penyair), senior kita di IMT kelahiran Margasari-Tegal, yang tulisannya sudah diakui di dunia sastra Indonesia bahkan Asia Tenggara sekalipun (bukune ana ning Basecampe oh), pernah mendapat “paidonan” yang begitu menyengat dari salah satu pembaca karyanya (entah siapa namanya, dia memberi namanya Watu kali) berjudul “Semusim SMS Cinta Sepanjang Musim” “ruang” pribadinya agusnoor.files.wordpress.com.

“Kurang mengarah….elek polll…sorry ya bukan gua menghina ya… tapi emang bener2 jelek kok..” ujar yang “memaido.

Namun Mas Agus dengan ketenangan dan kebijakan, menunjukan kematangannya sebagai “manusia” menjawab dengan hebat:

“Menghina? siapa yang menghina siapa? siapa yang merasa terhina? aku? Sama sekali tidak. Aku bukanlah orang yang picik, yang gampang marah oleh komentar-komentar apa pun, setolol apa pun komentar itu… Komentarmu, duhai watu_kali, tidak akan membuat jelek tulisanku, dan juga tidak menambah bagus tulisanku. Tulisan-tulisanku tidak akan goyah oleh komentar apa pun, karena ia tetap akan memperoleh pembacanya sendiri-sendiri. Jadi, kamu tak perlu minta “sorry” padaku, atas penilaianmu. Pembaca yg lain, punya pendapat sendiri, yang tidak akan terpengaruh oleh pendapat kamu, bahkan pendapat siapa pun. Itu yang sering aku yakini sebagai “kedaulatan pembaca”. Sebuah tulisan, mesti siap menghadapi “kedaulatan pembaca” seperti itu..”

So Sweeeeetttttt…….. Ehm… Ehm… Ehm…

Karena itu, saya amanatkan, jangan sekali-kali memvonis karya kita sendiri. Kita tidak boleh memvonis karya kita jelek, amburadul, awagan, awud-awudan, kaya ceker ayam, dan kalimat sejenisnya… Tidak usah lah. Pokoke mah PD bae.

Mbokan masih during PD bae yak an bisa diakal-akali nggo nama samaran kek, nama inisial kek, atau apalah… kersane mawon. Setidaknya, kita jadikan blog ini sebagai ruang eksistensi kita, menyodorkan sebuah karya untuk kemudian dikomentari oleh para dewan pembaca sekalian yang budiman. Pengaktualisasian dan pempublikasian itu lah yang akan memberi kita ruang dan kesempatan bagi kita untuk menilai karya-karya kita. Tanpa isin-isin tai ayam.

Sudah jelas, juri yang pantas bagi semua karya-karya kita adalah “SIAPA SELAIN DIRI KITA!!!”

Karena itulah, kita perlu meminta pendapat-pendapat orang lain untuk bertindak sebagai juri atas semua karya kita.

Nah, bila teman-teman, sedulur-sedulur, punggawa-punggawa, kanca-kanca, sahabat-sahabat, rekan-rekan, kolega-kolega, kawan-kawan, lawan-lawan, kawan yang diam-diam jadi lawan, lawan yang diam-diam jadi kawan, maupun (ehm…) seseorang yang begitu hebatnya memberi warna dalam kehidupanku meski baru kukenal… punya tulisan dan ingin dikomentari (diberi masukan) oleh “siapapun selain diri kita” kalian semua bisa menuangkanny di blog kita tergemas ini.

Semua (semoga) bisa semakin memberi kita masukan-masukan yang berarti bagi karya-karya kita.

INGAT!!! PADA DASARNYA SETIAP MANUSIA BERTEKAD UNTUK BISA MENGUKIR SEJARAH! DAN KITA SEKARANG BERADA DALAM ALUR SEJARAH!!!

Percayalah…

Senyum ya…🙂 
Nb: Belajarlah untuk bisa mengingat dan melupakan pada saat yang tepat (sing sering tak SMS-i mesti senyum-senyum karena aku pernah SMS kaya kie. Haha…)

Ttd. Aku

*) Warga IMT Ciputat dan Mahasiswa IESP/FEIS UIN Jakarta (Beragama)

Mahasiswa Tegal Kreatif dan Menggairahkan

About IMT ( Ikatan Mahasiswa Tegal ) Ciputat

Organisasi independen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa asal Tegal dan ada keterkaitan dengan Tegal yang menimba ilmu di daaerah ciputat dan sekitarnya agar menjadi wadah persatuan dan pengembangan dalam memajukan skill dan knowledge masing-masing mahasiswa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan masyarakat Tegal sekitarnya.

Posted on 5 Januari 2009, in Tulisan Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. ya……….ya……….ya………..

  2. kyong…. HEBATT!!! bch’e clk tp jebul’e pmkrn’e SUBHANALLAH…. Sykron tas mtvation’y yaaaaaach…..

  3. HEBAT!!!!!!!!

  4. mending owh sg ngmentari kyne mbak gleser

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: