kalong wewe

sendekala teng,mbokan ana kalong wewe!!!!!setidaknya itulah salah satu nasehat orang tuaku yang begitu menakutkan saat matahari mulai lelah menyinari siangku.apalagi ketika ditambah dengan penggambaran sosok kalong wewe itu yang membuatku makin hilang keberanian.
yah beginilah jadinya aku………selalu takut dengan kehawatiran meski tau kehawatiran tidak selalu terjadi.

bukan itu sebenarnya yang ingin aku tuliskan,hanya sebagai pengantar memasuki komunitas teman-teman tegal.

who is kalong wewe??????????
ting……….tentunya kita langsung ke memori kecil tepat waktu maghrib,saat kita terkurung di dalam rumah hanya karena kehawatiran kita melihat sosok berambut panjang tak berpakaian serta memiliki payudara besar yang hobinya mengajak anak kecil yang berada di luar rumah saat malam datang. “katanya”
entah benara atau tidak setidaknya itu telah membuat mental kita lemah, mental yang selalu kalah sebelum melangkah,yang selalu ketakutan karena kehawatiran.
kenapa dulu ketika kita kecil saat katanya kalong wewe sedang mencari kita tidak kita datangi saja?????????????setidaknya kalaupun benar kita disusuinya kenapa tidak kitaa gigit saja putingnya setidaknya dengan begitu kalong wewe akan takut keluar di waktu maghrib karena takut puting yang satunya akan digigit lagi!!!!!!!!!!!!!!!!!mungkin dengan begitu kita bisa kemana saja dan kapan saja.
tapi sayang sekarang kita tidak kecil lagi
seandainya ada kalong wewe yang mau mendatangi orang dewasa,,,,,tentunya kali ini tidak akan kita takut menemuinya bila perlu kita perkosa saja biar kapok menakuti kita.

M2M

About IMT ( Ikatan Mahasiswa Tegal ) Ciputat

Organisasi independen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa asal Tegal dan ada keterkaitan dengan Tegal yang menimba ilmu di daaerah ciputat dan sekitarnya agar menjadi wadah persatuan dan pengembangan dalam memajukan skill dan knowledge masing-masing mahasiswa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan masyarakat Tegal sekitarnya.

Posted on 31 Desember 2008, in Tulisan Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Biasakanlah menyusun kata dengan tanpa kata “setidaknya”. Atau setidaknya, kurangilah. Aja kakehyen kata “setidaknya”. Ndarani ora monoton ndean oh!!! Gawe wong lelah bae! Lagi urip wajar be wis kayong lelah, kie malah ditambah, dijejeli beberapa kalimat “setidaknya”. Dengan mengurangi kata-kata “setidaknya, kan, Setidaknya itu bisa menghidupkan ruh tulisanmu.
    Sori dong aku ngritik ya… setidaknya kan bisa nggo masukan.
    Thanks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: