Sedikit ttg PAJAK

Assalamu’alaykum

Sebelumnya trimakasih wat adjis yg dah ngijinin q wat kut nulis disini,meskipun apa yg akan q tulis mgkn ga smw org trtarik dan jg q sndiri bukan ank IMT,..(tp q tinggal ga jauh dr Xan kuq,cukup 2X angkot dr bintaro,hehehe). Burhubung q ank pajak,jd mgkn hnya ttg inilah q berkompetensi atas tulisanku…

Dr pembicaraan sebelumnya dg adjis ttg pajak,dy menanyakan,knp q prefer pajak,sdgkan yg dy tw(dan smw org tw) pajak merupakan salah1 instansi pemerintah yg sangat “basah”?

Ehm…begini,memang q akui(dan semua elemen DEPKEU,khususnya Ditjen Pajak) perpajakaan indonesia pada zaman jahiliyah sangatlah merugikan bg WP(Wajib Pajak),krn praktek nakal para fiskus(pejabat pajak).Sekedar selingan pengetahuan,jd cara kerja mereka itu memeras WP dgn ancaman akan meninggikan pajak terutang atas WP JIKA WP tdk mau memberi angpao pada fiskus,krn system perpajakan pada zaman  itu adalah With Holding,yaitu fiskuslah yg menentukan jumlah pajak terutang dan fiskuslah yg melakukan perhitungan.

Namun SEKARANG,DEPKEU,khususnya DITJEN PAJAK, telah melakukan perombakan besar2an,atau kami sebut prubahan birokrasi.System yg tdnya With Holding,saat ini telah menjadi Self Assesment, yaitu semua perhitungan dan tektekbengeknya WP sendiri yg ngurus dan nentuin,kami hanya memberikan aturan dasar perhitunganya saja,dan kami tinggal menerima laporan tahunan dr WP.Bila kami mndapatkan ada WP yg coba2 bermain nakal,kami kenakan sanksi sesuai Undang-Undang yg berlaku( bisa kalian lihat pada UU No.28 tahun 2008 ttg KUP,pasal 14, 38,dan 39). Selain itu,pada UU KUP tersebut jg ddimuat ttg sanksi yg dikenakan kpd fiskus apabila ditemukannya praktek2 nakal yg dpt mrugikan negara mwpun WP.

Jadi,sulit bagi kmi utk berbuat curang ato korupsi.Selain itu,pemerintah tlah melakukan remunerasi (kenaikan tunjangan) utk kami pegawai DITJEN PAJAK, jadi buat apa kami susah payah melakukan hal yg berisiko besar tp hasilnya gak berkah????

Dengan penjelasan tersebut,mgkin kalian dah bs memiliki pandangan baru trhadap kami,org pajak..

Bila ada yg ingin disanggah,atao mgkn hendak brtnya lbih lanjut ttg all bout pajak,bisa hub saya di alamt email : dnptr_90@yahoo.com atao dianputeri90@gmail.com

Terimakassih atas kesempatanya dan maaf bila ada kata tak berkenan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~ORANG BIJAK, TAAT PAJAK~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~MERTUA BIJAK, PILIH MENANTU ORANG PAJAK~~~~~~~~~~~~

^o^narsist dikit tak apa kn?^o^

Wassalamu’alaykum

About IMT ( Ikatan Mahasiswa Tegal ) Ciputat

Organisasi independen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa asal Tegal dan ada keterkaitan dengan Tegal yang menimba ilmu di daaerah ciputat dan sekitarnya agar menjadi wadah persatuan dan pengembangan dalam memajukan skill dan knowledge masing-masing mahasiswa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan masyarakat Tegal sekitarnya.

Posted on 23 Desember 2008, in Materi Ilmu Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. kulo ngertose pajak motor tok,pajak sing liyane seh nopo,kulo bade taken
    PBB?
    npwp?
    pajak penghasilan, patokan gajine pinten?
    kados niki mawon,macam 2 pajak ditulis owh,
    gimana orang taat pajak,jika pengertianya tidak tahu,
    biasanya orangtu ngurus pajak ya saat mau bayar pajak,dalam artian; dia tidak tahu dasarnya,sehingga saat 1 kali,mengurus pajak di kibulin ma orang pajak,bener g

    • Oya ktinggalan,ortumu itu byar pajak yg mn?PPh yah?klo boleh tw,profesinya apa?pegawai tetap,hharian,borongan,atau yg lain?krn pengenaan dan penghitungan pajaknya berbeda utk stp profesi.mgkn q bs ajarkan penghitungan pajak yg seharusnya dipotong/dipungut/dibayarkan klo memang diperlukan,spy km yakin pajak yg dihitung ortumu dah bener.kcuali ortumu pajaknya dah dipotong oleh pemberi kerja,tu dah gda masalah,ortumu tnggal trima Bukti Pemotongan dr pemberi kerjanya.
      Klo utk PBB,itu trkadang yg menilai tanah dan bangunannya org jaman jahiliyah(org pajak generasi tua),jd terkadang ada sdkit subjektivitas dlm menilai kelas tanah dan bangunan.Utk menilai tanah memang jarang ada org yg bisa dan paham tekniknya,tu bukan keahlian kami org pajak,melainkan tu keahlian org yg memang berprofesi sbg Penilai yg direkrut mjd pegawai pajak.

  2. kalo karyawan perusahaan swasta,pegawai tetap,tinggal di jakarta ,gaji umr jakarta kena pajaknya berapa,terus sistemnya apa kita yang bayar sendiri,pa tu udah masuk kewenangan perusahaan ,dalam artian perusahaan yang ngurus?
    terus masalah tanah,untuk di daerah tegal luas kira2 400 meter, untuk daerahnya slawi(kab.tegal)kalo dikira2 harga permeter 200 rb,per tahunnya kena berapa,kalo misalnya telat bayar,dendanya berapa?
    matur suwun atas infonya

    • Ne q tulis lg ptnyaana yar q ga pusing jwbnya…hehehe..cz q plupa bgt…maklum,calon nenek…amin…hekekekek…
      “kalo karyawan perusahaan swasta,pegawai tetap,tinggal di jakarta ,gaji umr jakarta kena pajaknya berapa,terus sistemnya apa kita yang bayar sendiri,pa tu udah masuk kewenangan perusahaan ,dalam artian perusahaan yang ngurus?
      terus masalah tanah,untuk di daerah tegal luas kira2 400 meter, untuk daerahnya slawi(kab.tegal)kalo dikira2 harga permeter 200 rb,per tahunnya kena berapa,kalo misalnya telat bayar,dendanya berapa?”
      Jadi,nutuk PPh itu ada istilah dipotong dan dipungut.Untuk pegawai negeri maupun swasta,PPh sudah dipotong oleh bendaharawan kantor atau perusahaan.Tp nanti org pribadi (ortumu) berhak mendapatkan Bukti Pemotongan sbg tanda pajaknya dah dipotong dah disetorkan k Kas Negara.
      Untuk besarnya nominal pajak yg dibayarkan tergantung brp nominal Gaji Bruto yg ditrima Orang Pribadi(ortumu).Jadi misalnya saja Pak X,gajinya 800.000 sebulan(9.600.000/tahun),maka pak X gak dipotong PPh,karena gajinya msih dibawah Penghasilan Tidak Kena Pajak(PTKP utk org pribadi tdk kawin 13.200.000/tahun,kalo kawin ditambah 1.200.000,kalo punya anak,ditambah lagi 1.200.000/anak dgn batas max 3 anak)
      Nah,misalnya aj Pak Z status kawin dgn 1 anak,maka PTKP=15.600.000,trnyata penghasilanya 16.000.000 setahun(1.333.333/bulan),maka,16jt itu dikurangai dg PTKP(15.600.000).hasilnya trz dihtung pajaknya dg dikalikan tarif pajak Pasal 17 UUPPh(bagian ini terlalu ribet utk dijelaskan,rasanya tdk mungkin dpt dipahami hnya dgn tulisan spt ini,panjang penjelasanya,maaf yah..mgkn q bs hitungkn lgsg bpr pajaknya dgn disebutkan nominal gaji,premi2 asuransi yg dibayarkan oleh pmberi kerja,dan iuran pensiun yg dibyar sndr oleh orang pribadi.Karena pada prakteknya menghitung pajak tdk sesederhana yg sya jelaskan di atas.itu hnya scara garis besarnya saja)
      Nah,skg PBB,ini sebenrnya lbh sederhana,karena tarif PBB tetap brpapun luasnya tanah dan keadan bangunan,yaitu 0,5% x (NJOP-NJOPTKP).Hnya saja disini yg ribet itu menentukan NJOPnya krn dlm ilmu penilaian trdpat kelas2 tanah dan bangunan.PBB bkn cm wat tanah loh…tp bangunannya jg..dlm kasusmu anggap aja disitu cm ada tanah,tanpa bangunan.maka penghitungana=200rbX400=80.000.000X20%=16000.000(NJOP)
      16.000.000-10.000.000(NJOPTKP)=6000.000
      0,5%X 6.000.000=30.000(PBB yg dibayarkan)
      Tapi harga 200rb/meter itu syp yg nentuin?dlm penghitungan PBB yg nentuin harga tanah adalah orang KPP(KANTOR PELAYANAN PAJAK) bukan pemilik tanah.Jd dlm kasus di atas q asumsikan harga dah ditentuin KPP.
      Mosok PBB msh bs tlat sih?kn dah dikasi klonggaran wktu mpe 6bulan…keterlaluan klo masih tlat jg…tp klo tlatz berarti denda 2%/bulan dr pajak yg sharusnya dibayar.
      Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: